Kisah Investasi Bagaimana Anne Scheiber Menghasilkan $22 Juta Dari Investasi

Anne Scheiber, seorang agen IRS, menghasilkan $22 Juta kekayaan (nilai ini dikoreksi terhadap inflasi karena Anne Scheiber meninggal di tahun 1995) yang mana baru diketahui setelah dirinya meninggal. Jutawan rahasia seperti Scheiber seringkali mempraktekkan investasi di saham bernilai, investasi di saham dividen dan investasi secara pasif. Bergantung pada keadaan dan sifatnya, dia dan investor seperti dirinya cenderung berfokus pada kepemilikan jangka panjang dan jarang berpindah saham untuk mengurangi biaya transaksi dan mendapatkan pajak yang efektif, tidak mempedulikan market timing dan fokus pada fundamental.

Kisah Anne Scheiber sangat menginspirasi dan layak untuk dilakukan bila anda menginginkan kebebasan finansial. Kisahnya memperkuat pendapat bahwa dengan periode investasi jangka panjang, keputusan yang bijak dan keinginan untuk melakukan pekerjaan akan membuat modalnya berkembang. Untuk siapapun yang memiliki jangka waktu puluhan tahun untuk hidup (dan siapapun yang tidak memiliki waktu banyak namun ingin memulai proses compounding untuk anak, cucu atau pewaris yang lain) kisah Scheiber layak untuk dipelajari.

Memulai Dengan Tabungan Sedikit dan Sebuah Pensiun

Di pertengahan tahun 1940-an, Scheiber pensiun dari IRS. Ia memiliki uang $5.000 dari tabungannya. Dia juga memiliki sebuah pensiun sebesar $ 3.150. Anne kehilangan banyak uangnya dari broker pada masa 1930-an, jadi dia memiliki pendirian untuk tidak bergantung pada orang lain pada masa depan finansialnya. Sebagai gantinya, dengan fakta bahwa dia tidak memiliki banyak uang tapi memiliki waktu dan tidak perlu khawatir untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, ia memutuskan untuk mencari perusahaan yang ingin ia miliki, perusahaan yang ia pikir dapat terus menghasilkan uang dan memberikan dividen yang berkembang.

Dengan membaca laporan keuangan tahunan, dia menganalisa laporan laba/rugi dan menganalisan bagian posisi keuangan. Dengan menggunakan uangnya dan pendapatannya, ia mulai mengambil posisi dan mengembangkan kepemilikannya tahun demi tahun dan melihat pendapatan pasifnya berkembang.

Pada waktu periode 50 tahun lebih setelah keputusannya memulai mengelola uangnya hingga ia meninggal, Scheiber melakukannya hanya di apertemen kecilnya di kota New York. Hingga kematiannya, dia secara diam-diam mengelola kekayaannya yang naik turun ketika perang dan damai serta perubahan seiring berjalannya waktu untuk didonasikan pada Universitas Yeshiva, dananya ditujukan untuk beasiswa membantu wanita yang membutuhkan. Donasi tersebut begitu mengagetkan karena tidak ada yang tahu bahwa ia memiliki uang sebanyak itu ataupun mengetahui bahwa ia akan mendonasikannya.

Enam Prinsip Investasi Dari Anne Scheiber

1. Ia Melakukan Riset Investasinya Dengan Sendiri dan Membeli Sesuatu yang Ia Mengerti

Anne memiliki pengetahuan, pengalaman, waktu dan keinginan untuk menganalisa faktor ekonomi yang ada pada saham, surat utang atau aset yang lain. Ini memberikannya kemampuan menjaga emosi ketika pasar saham jatuh dan berulang kali dalam karir investasinya pasar saham jatuh dari -33% hingga -50%. Karena ia mengerti apa yang membuatnya memilikinya dan kenapa memilikinya dia mengerti bagaimana laba bersih dan arus kasnya dihasilkan dan perbandingannya terhadap harganya ketika ia membelinya. Dia kemungkinan besar mendapatkan hasil yang memuaskan bila ia tetap memegangnya tidak peduli seberapa buruk kondisi pasar pada saat itu.

2. Ia membeli Saham Berkualitas Pada Perusahaan Hebat Meskipun Bila Mereka Terlihat Membosankan

Investor selalu merasa harus mengikuti tren yang ada dan mengikuti saham-saham hot yang sedang trending di pasar saham, namun tidak demikian untuk Scheiber. Dia berfokus pada apa yang dia ketahui untuk membuatnya lebih kaya. Setiap tahun, dia menginginkan untuk memiliki kepemilikan yang lebih besar pada portofolionya yang terdiversifikasi oleh berbagai macam perusahaan bagus yang memberikan uang dan lebih banyak lagi ketika pendapatan dan laba bersihnya meningkat. Ini berarti menempatkan sebagian besar dananya pada saham-saham blue chip yang mana sudah terbukti sukses. Keinginannya untuk berpikir secara mandiri dari orang-orang adalah salah satu pencapaiannya.

Bisnis dari perusahaannya seringkali tercap sebagai perusahaan yang tua, namun demikian dalam jangka panjang kinerja mereka mengalahkan S&P 500 karena kehebatannya dalam kompetisi dan tingkat pengembalian modalnya.

3. Ia Menginvestasikan Kembali Dividen, Memberikan Kesempatan Uangnya Untuk Berkembang Lebih Cepat

Seiring berkembangnya jumlah dividen, Scheiber menaruhnya kembali untuk membeli lebih banyak saham yang mana saham tambahan tersebut akan memberikan dividen tambahannya sendiri. Hasil dividen menghasilkan dividen kembali, keinginannya untuk mengembalikan uangnya kembali ke portofolio secara konstan menambahkannya kedalam koleksi kepemilikan sahamnya memberikannya risiko yang lebih kecil dengan menyebarkan uangnya ke berbagai perusahaan selain itu juga memberikan percepatan pada pertumbuhan tahunannya.

Salah satu kesalahan pada investor pemula dan profesional adalah mereka cenderung fokus pada perubahan kapitalisasi pasar atau hanya perubahan harga saham. Pada perusahaan yang besar, sebagian dari keuntungan dikembalikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Itu berarti anda tidak dapat mengukur kekayaan yang dihasilkan kepada investor hanya dengan melihat perubahan harga sahamnya, anda harus melihat total imbal hasilnya.

Profesor keuangan terkenal yang bernama Jeremy Siegel menyebut menginvestasikan kembali dividen sebagai pelindung ketika pasar jatuh dan mempercepat pengembalian dimana itu akan membuat investor dapat membeli lebih banyak saham pada perusahaan ketika krisis di pasar saham. Seiring berjalannya waktu, ini akan meningkatkan secara drastis nilai saham yang anda miliki pada perusahaan dan dividen yang anda terima dimana sahamnya menghasilkan dividen.

Tentu saja anda tidak wajib untuk menginvestasikan dividen kembali. Faktanya dalam berbagai situasi anda akan mendapatkan lebih banyak keuntungan dengan menikmati hasil dividen dan membiarkan nilai portofolio bertumbuh lebih lambat. Karena sejatinya, apa tujuan mendapatkan banyak uang di akhir hidup bila tidak menggunakannya untuk menikmati hidup.

4. Ia Tidak Takut Pada Aset Alokasinya yang Tergolong Agresif

Anne Scheiber meninggal dengan sekitar 60 persen uangnya diinvestasikan pada saham, 30 persen pada surat hutang dan 10 persen berbentuk uang kas. Konsep dasar dari alokasi aset adalah alangkah lebih bijaknya untuk non-profesional investor agar membagi uangnya ke dalam berbagai macam istrumen investasi seperti saham, surat hutang, reksadana, investasi internasional, kas, dan properti. Tujuannya adalah agar perubahan pada satu pasar tidak menghancurkan seluruh kekayaan bersih anda. Namun kebanyakan dari alokasi aset malah memberikan imbal hasil yang sedikit karena portofolio terlalu terdiversifikasi ke berbagai instrumen investasi. Sehingga apabila pasar saham yang menghasilkan kenaikan besar tidak akan berdampak signifikan pada portofolio investasi karena porsi jumlahnya yang sedikit. Anne Scheiber termasuk investor yang agresif karena menginvestasikan lebih dari 50 persen kekayaannya pada saham dan surat hutang yang mana apabila terjadi krisis keuangan yang besar maka modalnya akan hilang dengan cukup besar, namun ia mengetahui permainannya. Portofolio yang agresif tersebut justru membuat keberuntungan karena pasar saham dalam jangka panjang selalu naik dengan cukup besar dibandingkan dengan instrumen investasi yang lain.

Namun pelajari apa yang menjadi keinginan anda dalam alokasi aset karena masing-masing investor memiliki batas toleransi risiko yang berbeda-beda. Tuliskan ke dalam aturan investasi anda dan jangan tergoda untuk melebihi batas toleransi anda. Bahkan seorang investor terbaik sepanjang masa Warren Buffett menarik garis keras pada topik alokasi aset. Sebagai contohnya, ia tidak akan mengizinkan perusahaannya (Berkshire Hathaway) untuk memiliki simpanan kas dibawah $20 milyar.

5. Ia Menambahkan Uang Pada Portofolionya Secara Rutin

Terkecuali jika anda hidup dalam ambang kemiskinan, hampir tidak ada alasan untuk membelanjakan seluruh pendapatan anda. Tidak peduli anda hanya seorang pensiunan, mendapatkan jaminan sosial atau bekerja paruh waktu, selalu cobalah untuk menyisihkan pendapatan sehingga anda dapat menambahkan lebih banyak nilai pada portofolio anda, meskipun bila anda berniat untuk memberikannya kepada orang lain. Terdapat hal yang bagus dari “kebiasaan menabung” dari yang dikatakan oleh penulis terkenal Napoleon Hill. Dengan memposisikan diri anda untuk hidup dengan cukup, melihat kondisi keuangan anda, anda dapat menghilangkan seluruh kekhawatiran sembari membangun koleksi aset anda yang berharga dengan lebih cepat.

6. Ia Membiarkan Portofolio Investasinya Berkembang Selama Lebih Dari Setengah Abad

Pepatah mengatakan bahwa waktu adalah teman dari bisnis yang bagus. Semakin lama anda memegang aset yang bagus, semakin banyak compound interest memperlihatkan keajaibannya. Hubungan waktu dengan uang akan memberikan efek yang luar biasa. Lebih baiknya, semakin lama anda berjalan dengan waktu maka hasilnya akan semakin menggila. Bayangkan sebuah uang Rp 1 juta yang bertumbuh selama 30 tahun dengan kecepatan 10 persen pertahun akan berkembang menjadi Rp 17,45 juta. Dalam 40 tahun itu akan berkembang menjadi Rp 45,26 juta. Tambahkan satu dekade yaitu menjadi 50 tahun dan secara mengejutkan uang Rp 1 juta akan menjadi Rp 117,39 juta. Dalam 60 tahun dan nilainya akan menjadi Rp 300,45 juta. Dengan kata lain, seorang investor yang memegang untuk 60 tahun akan mengalami lebih dari 60 persen penambahan kekayaannya pada 10 tahun terakhir yang mana hanya 16,7 persen dari total waktu yang dihabiskan.

Memang terdapat sebuah elemen keberuntungan yang terjadi namun terdapat beberapa tindakan yang telah teruji yaitu pertama mulai untuk mengembangkannya sedini mungkin. Kedua hiduplah dengan sangat panjang. Salah satu alasan mengapa Warren Buffett bisa menjadi investor terkaya adalah karena beliau hidup panjang hingga lebih dari 85 tahun. Apabila ia meninggal di umur 50-an maka namanya tidak akan seterkenal saat ini. Semakin banyak waktu yang anda miliki maka semakin besar peluang anda untuk menghasilkan nilai kekayaan yang besar. Menjaga kesehatan disamping kebahagiaan adalah salah satu kewajiban bila anda ingin menjadi investor yang hebat.

Kesimpulan

Hal terbaik dari kisah Anne Scheiber adalah cerita ini tidaklah sangat unik. Strategi ini tidak membutuhkan IQ yang jenius, keluarga yang kaya raya atau keberuntungan yang luar biasa untuk membuat kekayaan yang dapat bertahan dalam beberapa generasi. Ini tentang mendapatkan aset produktif yaitu kepemilikan pada suatu usaha yang memberikan lebih banyak uang pada anda dan membiarkannya bekerja. Ini tentang membangun posisi keuangan anda secara bijak sehingga satu bencana atau krisis pasar saham tidak dapat melukai anda bagaimanapun kelihatannya. Ini tentang menganalisa risiko dan meminimalisasinya sekecil mungkin.